Minggu, 21 Desember 2014

Pengetahuan Biologi



MENGEMBANGBIAKKAN ANGGREK LEWAT KULTUR JARINGAN
            Mereka yang bergelut dalam bisnis anggrek pasti tahu betapa sulitnya mengembangbiakkan anggrek. Anggrek menghasilkan buah yang mengandung ribuan biji yang berukuran mikroskopis. Biji-biji tersebut hanya terdiri atas embrio, tanpa membawa cadangan makanan (endospem). Akibatnya, biji anggrek tidak akan dapat hidup, kecuali jika biji tersebut bersimbiosis dengan sejenis mikroorganisme tertentu. Hal tersebut tentu sangat menyulitkan para pembiaknya. Namun dengan teknik kultur jaringan, hal tersebut dapat diatasi.
            Pertama-tama buah yang belum membuka di iris di dalam kondisi steril. Biji-biji yang ada di dalamnya kemudian ditumbuhkan kedalam media kultur jaringan yang mengandung hara dan nutrisi. Beberapa media yang digunakan untuk memperbanyak anggrek adalah Knudson C, Wimber, Fonnesbech, atau media MS. Dalam waktu beberapa bulan, biji tersebut akan tumbuh menjadi ribuan tanaman anggrek kecil yang di sebut planlet. Teknik ini dinamakan teknik embryo rescue atau penyelamatan embrio dan telah lama digunakan untuk menyelematkan embrio dari biji yang sukar berkecambah, misalnya jeruk.   

3 komentar:

  1. posting yang sangat bermanfaat gan (y)

    BalasHapus
  2. iya terimakasih :) silahkan mungkin kalau ada tambahan

    BalasHapus
  3. Sangat bermanfaat bagi saya pengetahuan ini terima kasih

    BalasHapus