MENGEMBANGBIAKKAN
ANGGREK LEWAT KULTUR JARINGAN
Mereka yang bergelut dalam bisnis
anggrek pasti tahu betapa sulitnya mengembangbiakkan anggrek. Anggrek
menghasilkan buah yang mengandung ribuan biji yang berukuran mikroskopis.
Biji-biji tersebut hanya terdiri atas embrio, tanpa membawa cadangan makanan
(endospem). Akibatnya, biji anggrek tidak akan dapat hidup, kecuali jika biji
tersebut bersimbiosis dengan sejenis mikroorganisme tertentu. Hal tersebut
tentu sangat menyulitkan para pembiaknya. Namun dengan teknik kultur jaringan,
hal tersebut dapat diatasi.
Pertama-tama buah yang belum membuka
di iris di dalam kondisi steril. Biji-biji yang ada di dalamnya kemudian
ditumbuhkan kedalam media kultur jaringan yang mengandung hara dan nutrisi.
Beberapa media yang digunakan untuk memperbanyak anggrek adalah Knudson C,
Wimber, Fonnesbech, atau media MS. Dalam waktu beberapa bulan, biji tersebut
akan tumbuh menjadi ribuan tanaman anggrek kecil yang di sebut planlet. Teknik
ini dinamakan teknik embryo rescue atau
penyelamatan embrio dan telah lama digunakan untuk menyelematkan embrio dari
biji yang sukar berkecambah, misalnya jeruk.

posting yang sangat bermanfaat gan (y)
BalasHapusiya terimakasih :) silahkan mungkin kalau ada tambahan
BalasHapusSangat bermanfaat bagi saya pengetahuan ini terima kasih
BalasHapus